VIRGINIA BLANCO
The Epoch Times
Popok plastik sekali-pakai mahal nilainya, tidak hanya bagi bayi yang secara konstan terkontaminasi bahan kimia, tetapi juga bagi kami, para orang tua. Seorang bayi memakai popok antara 7,000 sampai 9,000 buah (10 popok sehari bagi bayi yang baru lahir dan 8 popok bagi balita yang baru belajar berjalan) pada 2,5 hingga 3,5 tahun pertama usia mereka [1] kecuali jika mereka diajarkan menggunakan pispot lebih awal.
Walaupun permintaan tinggi atas popok telah menyebabkan harganya kian murah, akan tetapi seseorang masih tetap membayar sekitar US $ 2,200 (setara 25,3 juta rupiah) untuk tiga tahun, ditambah US $ 380 (setara 4,370 juta rupiah) untuk babywipes (tisu basah untuk bayi). Jika Anda membeli popok yang ecofriendly atau “produk yang ramah lingkungan”, maka Anda harus mengeluarkan uang lebih banyak lagi.
Sebelum mengetahui segala hal mengenai popok kain, nampaknya popok kain menjadi semacam barang mewah yang mahal dan di luar jangkauan saya, namun sungguh mengejutkan ternyata dalam praktiknya menunjukkan hal yang sebaliknya. Secara jangka panjang, menggunakan popok kain lebih murah dibandingkan menggunakan popok plastik sekali-pakai sebab popok kain dapat digunakan berulang-ulang dibanding membuang popok plastik sekali-pakai ke sampah.
Modal awal saya sebesar US $ 800 (setara 9,2 juta rupiah, untuk harga pasaran di Amerika), walaupun ternyata banyak orang tua yang melaporkan pengeluaran yang lebih sedikit daripada saya. Tercakup dalam harga tersebut 5 lusin popok dengan berbagai style diaper cover (lebih dari cukup untuk digunakan selama empat hari berturut-turut tanpa mencuci) yang bervariasi, dan sabun untuk membilasnya.
Saat ini saya telah menggunakan popok kain pada putri saya selama tujuh bulan, dan dia masih menggunakan popok dengan ukuran yang sama semenjak lahir dan sampai saat ini masih menyisakan banyak ruang untuk tumbuh. Barangkali dalam satu tahun atau lebih, saya akan membeli sedikit popok lagi dengan ukuran yang lebih besar, namun dengan harapan pada saat itu putri saya mulai terbiasa memakai pispot, dengan begitu saya tidak perlu lagi membeli popok yang lebih besar.
Jika kita menyamakan biaya yang dikeluarkan untuk deterjen sehari-hari, jumlah air, dan peningkatan biaya listrik, atau menggunakan jasa layanan pencucian popok (diaper service), ongkos yang dikeluarkan oleh popok kain saat ini hampir mendekati ongkos-total yang dikeluarkan untuk popok plastik sekali-pakai 10 tahun yang lalu (saat masih mahal harganya).
Tidak diragukan lagi, penghematan yang paling nyata dapat dilihat pada keluarga yang memiliki beberapa anak sebab popok dapat dibagi dan disimpan untuk adik-adiknya. Sebagian orang bahkan menjual atau memperdagangkan popok kain lama mereka di internet—membuktikan bagaimana tahan-lamanya popok kain saat ini.
Membuat babywipes untuk bayi saya dari selimut flanel tua milik putri saya juga merupakan penghematan uang. Babywipes yang dijual di pasaran telah diberi pemutih dan mungkin mengandung sedikit parfum dan penyebab alergi lain, jadi membuat sendiri babywipes, akan memastikan Anda mengetahui persis bahan apa saja yang bersentuhan dengan kulit bayi Anda.
Flanel adalah bahan yang lembut dan tahan lama, namun bahan apapun yang lembut dan dapat menyerap air juga dapat digunakan untuk tujuan ini. Solusi babywipes bikinan-sendiri dapat di-download dari berbagai website dan blog internet bertema popok dan benar-benar dapat dibuat sendiri di rumah Anda. Formulanya pada umumnya kombinasi antara air suling, lidah buaya murni, sabun bayi, dan beberapa tetes minyak essential antibakteri seperti minyak kayu putih, lavender, atau minyak lembut lain untuk kulit bayi.
Adakan percobaan dengan beberapa bahan dan tentukan bahan mana yang terbaik untuk kulit bayi Anda. Untuk gagasan penghematan dan sharing popok kain lebih lanjut, silakan kunjungi Diaperpin.com.
Perawatan popok kain
Waktu yang dibutuhkan untuk merawat popok kain merupakan faktor penting di-saat memutuskan menggunakan popok kain untuk keluarga Anda. Popok kain tidak memerlukan produk perawatan-khusus. Baking soda dan cuka biasanya cukup untuk menjaganya agar tetap bersih dan segar. Walaupun Anda mungkin perlu menggunakan deterjen biodegradable dari waktu ke waktu, ini biasanya akan memerlukan biaya yang sama atau lebih sedikit dibanding harga deterjen yang biasa.
Mencuci popok nampaknya sulit dan memakan waktu, terutama bagi para orang tua yang memiliki pekerjaan full-time. Saya sendiri bekerja 35 jam seminggu. Menurut pandangan saya, saya lakukan ini sebab tidak ingin meninggalkan anak saya terbungkus dalam plastik dan kertas bersama dengan substansi yang berbahaya selama 24 jam sehari selama tiga tahun awal kehidupannya. Pemikiran ini benar-benar menyakitkan.
Rutinitas mencuci saya mengalir begitu saja. Setelah melepas popok dari bayi saya, seketika saya masukkan ke dalam tas binatu waterproof, simpan dengan kondisi tertutup, lantas saya menunggu tiga-empat hari atau sampai popok saya terkumpul banyak baru kemudian saya cuci. Saya mencuci popok tiga kali seminggu, pertama saya bilas dengan air dingin dan kemudian dengan air panas.
Saat mencuci, saya menambahkan satu tetes baking soda, setengah cangkir cuka, [2] dan beberapa jenis deterjen biodegradable, yang tidak meninggalkan residu pada popok. Saya menemukan satu merek di internet bernama Country Save, yang saya suka dan sangat terjangkau, namun ada merek lain yang belum saya coba seperti Charlie’S Soap dan Allen’S Naturally.
Saya biasanya menambahkan dua sendok deterjen biodegradable baik untuk bilasan pertama maupun bilasan kedua dan biarkan mesin cuci membersihkan sisanya. Tips mencuci lebih detail, silakan berkonsultasi di Diaperhyena.com.
Ketika popok masih baru, mereka akan mencapai titik absorbsi penuh setelah dua sampai empat kali pencucian. Setelah beberapa kali dicuci, mereka terasa ringan, lebih lembut, dan lebih menyerap. Adalah hal yang baik untuk membaca instruksi perawatan tentang setiap popok baru yang Anda beli, kecuali bila kain memerlukan perawatan khusus, seperti wol, semua popok saya cuci bersama-sama.
Residu deterjen atau sabun dalam popok jelas dapat mengurangi peresapan popok, wewangian dan pewarnaan mungkin akan berbahaya bagi kesehatan bayi Anda. Hal yang sama juga berlaku bagi deterjen alami, yang mungkin mengandung minyak dan meninggalkan residu lain. Gunakanlah deterjen biodegradable sebagai gantinya. [3]
Jangan pernah menggunakan pemutih atau pelembut kain untuk mencuci kain popok. Pemutih bersifat korosif dan akan menjarangkan tenunan kain, memendekkan umur popok. Pelembut kain membuat kaku dan menyebabkan popok menolak cairan. Pemutih non-khlor, seperti OxiClean, adalah bagus digunakan dari waktu ke waktu jika popok ternoda.
Untuk melembutkan popok, Anda dapat menambah-kan 1/2 cangkir cuka pada bilasan terakhir. Beberapa pihak juga merekomendasikan untuk mengeringkan popok di bawah sinar matahari, yang juga membantu untuk menyamarkan atau menghilangkan noda.
Waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan popok tergantung pada ketebalan kain. Fitted diaper (lapisan popok bagian dalam yang terbuat dari bahan suede atau microfleece) dan prefolds diaper (popok berbentuk lembaran yang cara penggunaanya dilipat) pada umumnya kering paling cepat sebab mereka tidak berlapis-lapis, walaupun pocket diaper (popok yang terdiri dari fitted diaper dan diaper cover sekaligus) dan insert diaper (bahan pengisi yang diselipkan pada popok kain, berbentuk seperti pembalut wanita) juga mudah kering. Diaper cover (popok penutup yang terbuat dari bahan tahan-air) kering paling cepat, maka biasanya saya menghentikan mesin pengering dan mengambil popok ini keluar terlebih dulu.
Merawat popok kain benar-benar lebih sederhana dari yang saya duga, tetapi bagi mereka yang berkeberatan untuk menambahkan tugas ini dalam kegiatan rutin mereka, suatu jasa layanan pencucian popok dapat melakukannya untuk Anda, kira-kira $ 32 (setara 368.000 ribu rupiah) seminggu. [4]
Joan McConnell mencatat, “Banyak orang tua tidak menyadari bahwa dengan jasa layanan pencucian popok tidak ada bilasan atau rendaman yang terlibat. Anda bahkan tidak perlu membilas kotoran padat—Anda hanya perlu memasukkan popok kotor langsung ke dalam ember popok yang dilapisi plastik. Sekali seminggu, Anda menaruh sekantong penuh kotoran, dan sekantong penuh popok yang segar dan bersih dikirimkan ke pintu Anda.” [1]
Angelique Mullen mendiskusikan proses dan kenyamanan jasa layanan pencucian popok dalam artikelnya, “Diaper Services: A convenient option.” “Pencucian dan sanitasi dicek oleh NADS (the National Association of Diaper Services) secara rutin. … jasa layanan pencucian popok anggota dari NADS mengikuti proses pencucian standar tinggi yang ditetapkan oleh NADS. Standard ini meliputi cek bakteri acak, prosedur pencucian yang sangat teliti, dan pengering dengan temperatur tinggi, … menjadikan popok lebih bersih dibanding pencucian yang dilakukan di rumah.” [5]
Popok yang telah dicuci kira-kira 13 kali dan tetap jauh lebih bersih dibanding ketika melakukannya sendiri. Dia menyebut jasa layanan pencucian popok ini dengan “bersinar bagai permata,” tetapi intinya menunjukkan kemunduran negara berkaitan dengan peningkatan permintaan atas popok plastik sekali-pakai.
No comments:
Post a Comment
Terima kasih untuk komentar Anda, bila membutuhkan jawaban akan kami respon sesega mungkin ^_^. Happy Shopping